Minggu, 31 Agustus 2014

Belajar bijak tentangmu

Saat pohon cinta berakar kesetiaan, berkulit kejujuran, berdaun kepercayaan, beranting ketulusan dan berpucuk harapan. Maka saat itulah cinta menjadi raja dihati ku yang memimpinkan jiwa ku untuk menyatu bersama mu, berbaris kokoh melawan dusta diantara kita, demi tercapai satu mahligai kebahagiaan. Tapi saat takdir yang menjadi lawan-a aku terdiam kaku bagai nadi ku telah berhenti. Inilah takdir cinta yang ku alami bersama mu, yang pernah bertahtah di kedalaman hati dan yang runtuh karna takdir dan dusta mu.

Ini akhir aku dan kamu yang dulu sempat aku miliki dan sempat mengisi hari-hari indah bersama ku, dengan penuh cerita, canda tawa, senyum mesra, sekarang berubah pergi untuk selamanya.

Masih aku ingat susah payah yang dulu sebelum aku menjadi kekasih mu, berbagai cara aku lakukan untuk menyakinkan mu dan terima aku menjadi kekasih sejati mu.

Perlahan ku cuba memasuki ruang hati mu yang terdalam, ternyata engkau pun menunggu kedatangan ku dengan sambutan cinta yang membuat aku bahagia terasa inilah cinta abadi, inilah kekasih sejati dan inilah pendamping hidup ku yang selama ini tidak pernah aku
temui dari siapapun.

Aku bahagia luar biasa, hari-hari ku menjadi indah, sedih senang terasa bahagia saat mendengar suara mu, apa lagi saat pertama aku menatap wajah indah mu yang slalu hadir dalam mimpi, itulah pertama kita bertemu rasa malu, rindu semua menjadi satu dalam pelukan.

Hari kian berlalu, cinta semakin menjadi hari-hari ku semakin merindukan mu, aku tidak perduli apa kata orang tentang kita, yang aku pikirkan hanya kamu dan kamu, hati ku telah di tutup indah oleh cinta dan kasih sayang mu dan perhatian yang kau berikan.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar