Saat pohon cinta berakar kesetiaan,
berkulit kejujuran, berdaun kepercayaan, beranting ketulusan dan berpucuk
harapan. Maka saat itulah cinta menjadi raja dihati ku yang memimpinkan jiwa ku
untuk menyatu bersama mu, berbaris kokoh melawan dusta diantara kita, demi
tercapai satu mahligai kebahagiaan. Tapi saat takdir yang menjadi lawan-a aku
terdiam kaku bagai nadi ku telah berhenti. Inilah takdir cinta yang ku alami
bersama mu, yang pernah bertahtah di kedalaman hati dan yang runtuh karna
takdir dan dusta mu.
Ini akhir aku dan kamu yang dulu sempat aku miliki dan sempat mengisi
hari-hari indah bersama ku, dengan penuh cerita, canda tawa, senyum mesra,
sekarang berubah pergi untuk selamanya.
Masih aku ingat susah payah yang dulu sebelum aku menjadi kekasih mu, berbagai
cara aku lakukan untuk menyakinkan mu dan terima aku menjadi kekasih sejati mu.
Perlahan ku cuba memasuki ruang hati mu yang terdalam, ternyata engkau pun
menunggu kedatangan ku dengan sambutan cinta yang membuat aku bahagia terasa
inilah cinta abadi, inilah kekasih sejati dan inilah pendamping hidup ku yang
selama ini tidak pernah aku
temui dari siapapun.
Aku bahagia luar biasa, hari-hari ku menjadi indah, sedih senang terasa bahagia
saat mendengar suara mu, apa lagi saat pertama aku menatap wajah indah mu yang
slalu hadir dalam mimpi, itulah pertama kita bertemu rasa malu, rindu semua
menjadi satu dalam pelukan.
Hari kian berlalu, cinta semakin menjadi hari-hari ku semakin merindukan mu,
aku tidak perduli apa kata orang tentang kita, yang aku pikirkan hanya kamu dan
kamu, hati ku telah di tutup indah oleh cinta dan kasih sayang mu dan perhatian
yang kau berikan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar